Pages

Powered by Blogger.

SlideShow

.
1

Janganlah Bersedih



Janganlah Kamu Bersedih....La Tahzan..

setiap manusia pasti akan merasai saat perpisahan itu..








Mungkin Anda Ada Benci..

sekiranya anda ada perasaan benci dan dendam..buangkanlah...




ALLAH telah mencipta Langit dan Bumi..Siang dan Malam, Matahari dan Bulan.. 



Doa UnTuK HiLanGkaN RaSe SeD!H



















BeRsYukuRLaH d! aTas NikMaT TuHaN..




  sesungguhnya..aku beriman..setiap ketentuanMu itu..tidak pernah sia-sia..
Dari Abu Hurairah r.a katanya,Rasulullah s.a.w bersabda : "Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kamu juga tidak memandang kepada harta kamu,akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amalan kamu" (Hadis Sahih Riwayat Muslim)


Ya Allah...jgnlah kau palingkan hatiku,di saat kau memberi hidayah padaku~ Amin..~


kHaS BuaTMu TeManKu...

Kdg2 kita tlupa kita prnah gmbira bsama dia ,kdg2 kita tleka yg dia slalu buat kita ketawa, kdg2 kita tsenyum krn dia prnh buat kita bhagia wlaupn sekejap shj,adakalanya kita mnangis krn telatahnya mbuatkn kita mrinduinya..org itu adlh org yg prnh bkongsi SUKA & DUKA bersama kita.dan kepada KWN2 YG MBACA WALL BLOG SY INI..SENYUMLAH KRN SELAMA PRKENALAN,, ANDA X PERNAH TERLINTAS PUN UTK DLUPaKAN**FRiends FOREver**



P/S:..JIKA ANDA INGIN VIEW VIDEO TU SILA KLIP OPEN TO NEW WINDOW ATAU NEW TAB..
JIKAKU TAK BANGUN ESOK PAGI..






LUAHAN HATI..




Setiap Kejadian Pasti Ader Hikmahnya......
 TERUSKAN BACAAN ANDA DAN HAYATI DENGAN PENUH KEINSAFAN...

0

Makhluk ALLAH Yang Bersayap


Golongan malaikat yang digambarkan sebagai makhluk bersayap dan melambangkan kehadiran Allah serta keagungannya..
Semua makhluk ciptaan Allah SWT dapat dibagi kepada dua macam, yaitu: makhluk yang gaib (al ghaib) dan makhluk yang nyata (as syahadah). Yang bisa membedakan keduanya adalah pancaindera manusia. Segala sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh salah satu pancaindera manusia digolong­kan kepada al ghaib, sedangkan yang bisa dijangkau oleh salah satu pancaindera manusia digolongkan kepada as syahadah.

Untuk mengetahui dan mengimani wujud makhluk gaib tersebut, seseorang dapat menempuh dua cara. Pertama, melalui berita atau infor­masi yang diberikan oleh sumber tertentu (bil-Akhbar).
Kedua, melalui bukti bukti nyata yang menunjukkan makhluk gaib itu ada (bil atsar).

Salah satu makhluk gaib Allah adalah malaikat.

Allâh menciptakan mahkluk-makhluk untuk menjalankan alam semesta ini. Di antara makhluk-makhluk Allâh, ada yang diciptakan nyata (yaitu meliputi seluruh zat dan energi fisik, termasuk makhluk-makhluk biologis), dan ada yang diciptakan ghaib . Hukum fisik real berlaku untuk mahkhuk nyata, dan hukum ghaib berlaku untuk makhluk ghaib. Tidak banyak yang dapat diketahui manusia tentang keghaiban, kecuali yang diinformasikan Allâh melalui rasul dan kitab-Nya.

Salah satu jenis makhluk ghaib adalah malaikat. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Jumlah malaikat sangat banyak [kita tidak akan membahas lagi kata jumlah dalam dimensi ghaib]. Beberapa nama malaikat yang perlu dikenal adalah :

Jibril (Ruhul Amin, Ruhul Qudus, Gabriel). Bertugas menyampaikan wahyu dari Allâh.
Mikail (Michael). Mengatur urusan pengaturan semesta, termasuk rizqi manusia.
Izrail (Malaikat maut). Mencabut ruh semua makhluk.
Israfil. Meniup sangkakala pertanda hari kiamat.
Raqib. Mencatat amal baik manusia.
Atid. Mencatat amal buruk manusia.
Munkar dan
Nakir. Menanyai manusia yang baru wafat.
Ridwan. Menjaga surga.
Malik. Menjaga neraka.

Maka untuk meyakini dan mengimani keber­adaan malaikat bisa ditempuh dengan dua cara.
Pertama, melalui berita (akhbar) yang disampaikan oleh firman Allah dalam Al-Qur‘an maupun sabda Rasulullah SAW dalam Hadits. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur‘an dan hadits yang menjelaskan perihal malaikat. Karena kita mengimani kebenaran sumber (Al-Qur‘an dan Hadits), maka berita tentang malaikat pun kita imani adanya.

Kedua, kita dapat mengetahui dan mengimani wujud malaikat melalui bukti-bukti nyata yang ada di alam semesta yang menunjukkan bahwa malaikat itu benar-benar ada. Misalnya, Malaikat Maut yang bertugas mencabut nyawa manusia, dapat dibuktikan secara nyata dengan adanya peristiwa kematian manusia. Demikian pula dengan keberadaan Malaikat Jibril, bisa dibukti­kan secara nyata dengan adanya Al-Qur‘an yang disampaikannya kepada Nabi Muhammad SAW.

Secara etimologis (lughawiy), kata “malaikah” yang dalam bahasa Indonesia disebut “malaikat,” adalah bentuk jamak dari kata “malak,” berasal dari mashdar “al-alukah” yang berarti ar-risalah (misi atau pesan). Yang membawa misi disebut “ar-rasul” (utusan). Dalam beberapa ayat Al-Qur`an, malaikat juga disebut dengan “rusul” (utusan-utusan), misalnya pada surat Hud 69. Bentuk jamak lainnya dari kata “malak” adalah “mala`ik.” Dalam bahasa Indonesia, kata “malaikat” bermakna tunggal (satu malaikat), bentuk jamaknya menjadi “malaikat-malaikat.”

Secara terminologis (isthilahiy), makaikat adalah makhluk gaib yang diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya (nur) dengan wujud dan sifat-sifat tertentu.

Tentang penciptaan malaikat, Rasulullah SAW menginformasikan bahwa malaikat diciptakan dari cahaya (nur), berbeda dengan jin yang diciptakan dari api (nar):

“Malaikat itu diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepadamu semua” (HR. Muslim).

Tentang kapan waktu penciptaannya, tidak ada penjelasan yang rinci. Tapi yang jelas, malaikat diciptakan lebih dahulu dari manusia pertama (Adam AS) sebagaimana yang disebutkan oleh ­Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 30:

“Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi...” (Al Baqarah 30).

Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dicicipi (dirasakan) oleh manusia. Dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca­indera, kecuali jika malaikat menampil­kan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Dalam beberapa ayat dan hadits disebutkan beberapa peristiwa malaikat menjelma menjadi manusia, seperti:

“Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucap­kan: Selamat. Ibrahim menjawab: Selamatlah, maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth” (Hud 69 70).

“Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur`an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur maka ia mengadakan tabir (yang malindunginya) dari mereka, lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna” (Maryam 16 17).

Dalam suatu hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa malaikat Jibril pernah datang dalam rupa manusia menemui Rasulullah SAW –disaksikan oleh sahabat sahabat beliau, antara lain Umar bin Khaththab– dan menanyakan tentang Islam, Iman, Ihsan dan Sa’ah (Kiamat). Setelah malaikat itu pergi barulah Rasulullah SAW bertanya kepada Umar: “Ya Umar, tahukah engkau siapa yang ber­tanya tadi. Umar menjawab; “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya ia adalah Jibril yang datang mengajarkan ad diin kepada kalian.” (HR. Muslim).

Malaikat tidak dilengkapi dengan hawa nafsu, tidak memiliki keinginan seperti manusia, tidak berjenis lelaki atau perempuan, dan tidak berkeluarga. Hidup dalam alam yang berbeda dengan kehidupan alam se­mesta yang kita saksikan ini. Yang menge­tahui hakikat wujudnya hanyalah Allah SWT.

Jumlah malaikat sangat banyak, tidak bisa diperkirakan. Sesama mereka juga ada per­bedaan dan tingkatan tingkatan, baik dalam kejadian maupun dalam tugas, pangkat dan kedudukan. Allah menyebutkan bahwa ada malaikat yang bersayap dua, tiga dan empat:

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Fathir 1).

Dalam suatu hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melihat Jibril bersayap enam ratus: “Rasulullah SAW melihat Jibril ‘alaihis salam bersayap enam ratus” (HR. Muslim).

Perbedaan jumlah sayap tersebut bisa saja berarti perbedaan kedudukan, pangkat atau perbedaan kemampuan dan kecepatan dalam men­ja­lankan tugas. Sedangkan bagaimana bentuk sayap tersebut tentu saja kita tidak bisa mengetahuinya dan memang tidak perlu berusaha untuk menyelidikinya karena –seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya– malaikat adalah makhluk gaib (immaterial) yang hakikatnya hanyalah Allah SWT yang mengetahuinya. (Sumber majalah Tabligh & Isnet)

Wallahu a’lamu bis-shawab.
Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di bumi (tanpa) mengindahkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). QS Ghafir (40):75
"Maka bersabarlah engkau, sesunggunya janji Allah itu benar….janji Allah itu benar…
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
Sesudah kesulitan ada kemudahan…."

0

Saat Bila Tiba Ajal Seseorang Manusia

Hari berganti hari. Keadaanku semakin tenat. Tubuhku terkaku seperti mayat di atas katil di salah sebuah hospital yang aku sendiri tidak tahu mengapa aku di tempatkan di sini. Sebelum tu, yang aku ingat aku sedang memandu kereta ayah,lalu bertembung dengan lori balak.

Tapi selepas itu aku tidak ingat apa-apa.Pandanganku kabur. Tidak dapat ku pastikan siapa orang-orang yang berada di sekelilingku. Aku terasa dada ku teramat berat dan bahagian pinggangku sudah tidak berasa apa-apa lagi. Derita sungguh.nafasku sesak.

Tiba-tiba tanganku di pegang kuat."Mengucap sayang” mengucap........Asyhaduallailahaillallah........."ucapan itu dibisikkan ke telingaku di sertai dengan tangisan. Itu suara ibu. Manusia yang pernah mendodoikan daku semasa kecil,manusia yang pernah menyuapkan nasi ke dalam mulutku,manusia yang pernah memberi susunya serta yang pernah merotanku kerana degil.

"Bagaimana dengan keadaannya doktor?" Aku amati suara itu. Pasti itu suara abang. Mungkin abang baru sampai. "Tenat",jawab doktor dengan ringkas. "Itu kata doktor lactose intolerant,jangan berserah kepada takdir sahaja. Kita perlu usaha". Sudah seminggu aku terlantar di wad ini,kenapa baru sekarang abang menjengah? datang lah ke sini,aku ingin berbicara denganmu. datanglah.....
Tapi mataku.......semakin gelap.Adakah aku sudah buta? Tidak!!!! Aku tidak mahu buta. Aku masih ingin melihat dunia ini. "Sabarlah dik,banyak-banyak ingatkan Allah." Abangkah yang bersuara itu? Apa yang aku tanggung ini tidak semudah yang kau lafazkan,abang. Tolonglah adikmu ini. Tolong bukakan mataku.

"Tekanan darahnya amat rendah". sayup sayap kedengaran suara doktor. Kedengaran juga ibu menangis teresak-esak.Ibu,kau hanya mampu menangis saja dan bila tiba saatnya,kita akan berpisah. Tapi, ibu.....aku tidak mahu berpisah denganmu. Tolonglah ibu,selamatkan lah daku. "Yassin......".bacaan yassin terngiyang-ngiyang di telingaku. Aku tahu itu suara abang.Tetapi kenapa aku di perdengarkan dengan suara itu???

Apakah aku sudah menghampiri maut??????? Aku takut!!!!!!! Sedetik lagi sakaratul maut datang.Sedetik lagi izrail datang. Sedetik lagi malaikat maut datang. Aku di ambang sakaratul maut......Aku semakin tegang dan semakin sendat nafas di dada. Ketika itu,aku tidak ingat apa-apa lagi. Aku tidak kenal sesiapa di sekelilingku. Tapi yang pastinya sekarang, aku berdepan dengan sakaratul maut. "Tolong ibu,tolonglah aku, aku takut". Tapi rintihan ku tidak di pedulikan. Apa mereka semua sudah pekak?

Aku di lambung resah,gelisah dan penuh kesah.Keluhan dan rintihan "Panas,dahaga,haus,panas........".tapi tiada siapa pun yang peduli.
Nenekku datang, "Nenek...........". "Kau dahaga cu,kau lapar cu,mahu air?? Ini gelas penuh air madu, kalau cucu mahu masuk syurga, minum air ini". "Ibu......". Ibuku datang, Ibu menggoyangkan buah susunya. " Ini ibumu.Air susu ini membesarkanmu, nak. Buangkan islam, matilah dalam agama yahudi.....". Ayah.......kau datang ayah.......".Matilah dalam agama yahudi anakku. Matilah dalam agama nasrani. Itulah agama yang membantu kau masuk ke syurga".


"Nenek....ibu.....ayah......suara kau kah tadi?? Kenapa kau berubah laku?? Atau suara syaitan yang ingin memurtadkan aku?? "Mengucap sayang,mengucap. Asyhaduallailahaillallah......".Ucapan itu diajukan sekali lagi ke telingaku. Itu suara ibu. Tapi lidahku sudah menjadi kelu. Manusia-manusia berjubah hitam datang. "Mari ikut kami". Manusia-manusia berjubah hijau datang membawa bersamanya payung hijau,katanya "Mari ikut kami".cahaya putih datang. Datang kilatan hitam. Datang sinaran kuning.Cahaya merah datang. "Apa ini,apa ini?. Akulah sakaratul maut.......!!!!!!".

Kedinginan menjalar,merayap perlahan-lahan dari hujung kaki ke hujung rambut dan kini seluruh jasadku di selimuti sejuk dan kemudian datanglah malaikat maut di hujung kepalaku. "Hai jiwa yang keji, keluarlah dari kemurkaan Allah.......". Aku tersentak. Roh ku berselerak di dalam tubuhku. Lalu,innalillahi wainnailaihi rajiuun....

Malaikat-malaikat yang menunggu sesayup mata memandang dan menghemburlah bangkai yang sebusuk-busuknya. Tiba-tiba bau busuk menusuk ke hidungku,seperti bau sampah yang amat busuk. "Apa yang busuk ni? Tak adakah orang yang mengangkat sampah hari ini? Ah,busuknya,hanyirnya,hancingnya......".

"Assalamualaikum......".
"Siapa yang memberi salam itu?".
"Aku".
"Kau siapa wahai pemuda???".

Seorang lelaki tercegat di hadapan katilku. Aku tidak pernah melihat orang yang sehodoh, sekotor, dan sebusuknya di dunia ini. Rambutnya yang tidak terurus, baju yang di pakai berlumut hijau, kuning, coklat dan entah apa-apa warna lagi, dari lubang hidung, telinganya dan mulutnya terdapat nanah dan darah pekat keluar. Tanpa di pedulikannya......jijik, loya, aku rasa........teramat loya melihatnya.

"Kau tak kenal aku?".
"Tidak, jawabku tegas. Mana mungkin aku kenal kau sehodoh dan sejijik ini". "Aku sahabatmu, kau yang membuat aku hari-hari".
"Bohong!". Aku menjerit sekuat hati. Biar semua penghuni wad ini mendengarnya.
"Aku tak kenal engkau! Lebih baik kau pergi dari sini".
"Akulah amalanmu yang keji..........".

Aku terdiam. Aku tidak mampu berkata apa-apa lagi. Ya! aku teringat kini,semuanya telah pernah ku dengar dan ku pelajari dulu. Segala dosa dan keburukan yang kita lakukan di dunia,akan di jelmakan dalam sebagai suatu makhluk yang teramat hodoh di hadapan kita di alam barzakh nanti.

Oh!Tuhan,aku banyak dosa. Aku memang lalai,cuai dan lupa dengan segala nikmat yang telah kau kurniakan. Solatku kerana kawan,dan bukannya ikhlas kerana Allah. Pergaulanku bebas,tak kenal muhrim ataupun tidak.tapi itu semua telah berlalu dan dan sudah terlambat untuk bertaubat.

Apa yang aku harus lakukan!!!!! Surah yassin yang abang pegang di letakkan di atas dahiku. Aku melihat kaklong dan kak ngah menangis. Aku juga lihat mata abah bengkak. Tiba-tiba badanku di sirami air. Air apa ini????? "Tolong....sejuk!!!! Kenapa air ini berbau air kapur barus. Tolong jangan tekan perutku dengan kuat, sakit!!!! Kenapa ramai orang melihat aku??? Aku malu.....malu.....malu......!!!!!!".

Aku di usung ke suatu ruang. Aku lihat kain putih dibentangkan. Lalu diletakkannya aku di atas kain putih itu. Kapas di bubuh di celah-celah badanku. Lalu aku di bungkus satu demi satu dengan kain itu. "Nanti, tunggu!! jangan bungkus aku. Kenapa kalian semua buat aku macam ini? Tolong RIMAS....PANAS!!..AKU PANASSS!!!!!!..................".






Kemudian aku di letakkan di suatu sudut. Beberapa orang termasuk tok imam menyembahyangkanku.Kelihatan ayah dan abang berada di saf yang pertama. Tapi kenapa aku di sembahyangkan?Bukan kah aku boleh sembahyang sendiri? Aku teringat kata-kata ustazku dahulu. "Sembahyanglah kamu sebelum kamu disembahyangkan". Dan kini baru aku sedar aku sudah tidak mampu lagi untuk mengangkat takbir, ruku', sujud dan tahiyyat.






Aku di angkat perlahan-lahan kemudian di letakkan di dalam kotak kayu. Kotak apa ini? "Aku di usung oleh enam orang termasuk ayah dan abang. Aku diusung setapak demi setapak".

"Al-Fatihah!" Kedengaran suara tok imam. Kelihatan ibu, kak long, kak ngah dan lain-lain mengekori di belakang.tapi kemana dia bawanya aku?".





Nun jauh di sana, kelihatan tanah perkuburan kampungku. "Ke situkah aku dibawanya? Tolong turunkan aku, aku takut!!!!!!". Setibanya di tanah perkuburan, kelihatan satu liang yang besaiz dengan jasadku. Beberapa tangan memegangku, dan aku di turunkan ke dalam liang itu.





"Perlahan-lahan",aku terdengar suara tok imam memberitahu.
"Tolong keluarkan aku dari sini! Aku seram!!!". Kini aku berada di dalam liang sedalam enam kaki. Sedikit demi sedikit pasir dan tanah menutupiku.
"Tanah apa ini?".
"Aduh sakitnya badanku di timbusi tanah".
"Innalillahiwa innailaihi rajiuuun.......Dari Allah kita datang,dan kepada Allah jualah kita kembali".

Kedengaran bacaan talkin dari tok imam. "Sesungguhnya mati itu benar alam barzakh itu benar,siratul mustaqim itu benar,syurga dan neraka itu jua benar........".Sayup sayap aku terdengar tok imam terus membaca talkin,tetapi makin lama makin hilang. Pandanganku makin lama,makin kabur dan terus tidak kelihatan.Tubuhku terasa telah di timbusi sedikit demi sedikit pasir dan tanah yang di lemparkan ke atasku.Terasa semakin gelap dan ......aku kini keseorangan.

"Nanti!Nanti!Tolong!Tolong ayah,ibu! Jangan tinggalkan aku seorang. Aku takut!!! Gelap!!! Panas!!! Tolong !!!! Tolong !!!! ...  subhanallah.........


p/s dariku; beramallah kamu ibarat esok hari matimu, dah berusahalah mencari rezeki yang halal ibarat kamu akan hidup 1000 tahun lagi.... 

SUBHANALLAH............ WALHAMDULILLAH... WALLAHUAKBAR..
0

Bila Hari Kiamat

KETIBAAN HARI KIAMAT: YANG PASTI HARI KIAMAT ITU ADALAH BENAR 


Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang hari qiamat”.
Lalu Nabi saw. bersabda: “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”.
H.R Muslimi



Keterangan:
Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah:
  1. Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.
  2. Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.
  3. Dabbah-Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahawa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.
  4. Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.
  5. Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.
  6. Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini, iaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.
  7. Gempa bumi di Timur.. Bisa jadi ini mengacu kepada gempa di China, Tsunami di Aceh.
  8. Gempa bumi di Barat. Bisa jadi ini akan terjadi di daerah Mexico, Argentina, Brazilia dan negara-negara Amerika Latin
  9. Gempa bumi di Semenanjung Arab.. Kemungkinan kasus longsor di Mesir sebagai pembukanya.
  10. Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman. (Apa ini bahaya Nuklir?)
Mengikut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: “Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadis-hadis Rasulullah Saw. bahawa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala petanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku dipermukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah belian turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa qiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya”.

0

Siapakah Teman Hidup Anda....

SIAPAKAH TEMAN ANDA.. ADAKAH DIRINYA ADALAH JODOH ANDA....

Tak perlu mencari teman secantik Balqis, andai diri tak sehebat Sulaiman,
mengapa mengharap teman setampan Yusif jika kasih tak setulus Zulaikha,
tak perlu mengharap teman seteguh ibrahim andai diri tak sekuat siti hajar....
Dan mengapa didambakan teman hidup bak Siti Khadijah, Kalau diri tak sesempurna Rasulullah SAW...


cinta itu akan hadir sekiranya cinta itu ihklas dan sempurna..
carilah cinta yang sempurna...
cintailah...

Cintailah Agamamu...
Cintailah Rasull mu
Cintailah Keluargamu..
 Dan Carilah Cinta Sempurna....